Friday, September 4, 2009

Solat Malam (Qiamullail): Penghapus Dosa...







عن معاذ بن جبل رضي الله عنه قال : قلت يا رسول الله أخبرني عن عمل يدخلني الجنة و يباعدني عن النار ؟ قال - لقد جئت تسأل عن عظيم وإنه ليسير على من يسره الله تعالى عليه : تعبد الله لا تشرك به شيئاً وتقيم الصلاة وتؤتي الزكاة وتصوم رمضان وتحج البيت , ثم قال : ألا أدلك على أبواب الخير ؟ الصوم جُنة والصدقة تطفئ الخطيئة كما يطفئ الماء النار , وصلاة الرجل في جوف الليل ثم تلا - تَتَجَافَى جُنُوبُهُمْ عَنِ الْمَضَاجِعِ يَدْعُونَ رَبَّهُمْ خَوْفًا وَطَمَعًا وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُون*فَلَا تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِيَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونََ - ]السجدة16-17]... ثم قال ألا أخبرك برأس الأمر وعموده وذروة سنامه ؟ - قلت : بلى , يا رسول الله قال " رأسٍ الإسلام , وعموده الصلاة وذروة سنامه الجهاد " ثم قال : ألا أخبرك بملاك ذلك كله ؟ " فقلت ك بلى يا رسول الله , فأخذ بلساني وقال - كف عليك هذا - فقلت : يا نبي الله , و إنا لمؤاخذون بما نتكلم ؟ فقال- ثكلتك أمك , وهل يكب الناس في النار على وجوههم - أو قال - على مناخرهم إلا حصائد ألسنتهم ؟! - رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح

Dari Mu’adz bin Jabal radhiallahu 'anhu, ia berkata : Aku berkata : “Ya Rasulullah, beritahukanlah kepadaku suatu amal yang dapat memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkan aku dari neraka”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menjawab, “Engkau telah bertanya tentang perkara yang besar, dan sesungguhnya itu adalah ringan bagi orang yang digampangkan oleh Allah ta’ala. Engkau menyembah Allah dan jangan menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mengerjakan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan mengerjakan haji ke Baitullah”. Kemudian beliau bersabda : “Inginkah kuberi petunjuk kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa itu adalah perisai, shadaqah itu menghapuskan kesalahan sebagaimana air memadamkan api, dan shalat seseorang di tengah malam”. Kemudian beliau membaca ayat : “Tatajaafa junuubuhum ‘an madhaaji’… hingga …ya’maluun“. Kemudian beliau bersabda: “Maukah bila aku beritahukan kepadamu pokok amal tiang-tiangnya dan puncak-puncaknya?” Aku menjawab : “Ya, wahai Rasulullah”. Rasulullah bersabda : “Pokok amal adalah Islam, tiang-tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad”. Kemudian beliau bersabda : “Maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?” Jawabku : “Ya, wahai Rasulullah”. Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda : “Jagalah ini”. Aku bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut (disiksa) karena apa yang kami katakan?” Maka beliau bersabda : “Semoga engkau selamat. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya (atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya) di dalam neraka, selain ucapan lidah mereka?” (HR. Tirmidzi, ia berkata : “Hadits ini hasan shahih)
[Tirmidzi no. 2616]


Sabda beliau “engkau telah bertanya tentang perkara yang besar, dan sesungguhnya itu adalah ringan bagi orang yang dipermudahkan oleh Allah ta’ala”, maksudnya bagi orang yang diberi taufiq oleh Allah kemudian diberi petunjuk untuk beribadah kepada-Nya dengan menjalankan agama secara benar, yaitu menyembah kepada Allah tanpa sedikit pun menyekutukan-Nya dengan yang lain.

Kemudian sabda beliau “mengerjakan solat”, yaitu melaksanakannya dengan cara dan keadaan paling sempurna. Kemudian beliau menyebutkan syari’at-syari’at Islam yang lain, seperti zakat, puasa dan haji.

Kemudian sabda beliau “inginkah kuberi petunjuk kepadamu pintu-pintu kebaikan? Puasa itu adalah perisai”, maksudnya adalah selain puasa Ramadhan, kerana puasa yang wajib telah diterangkan sebelumnya. Jadi, maksudnya ialah banyak berpuasa sunnat. Perisai maksudnya ialah puasa itu menjadi tirai dan penjaga dirimu dari siksa neraka.

Kemudian sabda beliau “sedekah itu menghapuskan kesalahan”. Maksud sedakah di sini adalah zakat.

Sabda beliau “solat seseorang di tengah malam”.

Kemudian beliau membaca ayat :
“Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya, sedang mereka berdo’a kepada Tuhannya dengan rasa takut dan harap, dan mereka menafkahkan sebagian dari rezeki yang kami berikan kepada mereka. Maka suatu jiwa tidak dapat mengetahui apa yang dirahasiakan untuk mereka, yaitu balasan yang menyejukkan mata, sebagai ganjaran dari amal yang telah mereka lakukan”.
(QS. As Sajadah 32 : 16-17)

maksudnya orang yang solat tengah malam, dia mengorbankan kenikmatan tidurnya dan lebih mengutamakan solat karena semata-mata mengharapkan pahala dari Tuhannya, seperti tersebut pada firman-Nya : “Maka suatu jiwa tidak dapat mengetahui apa yang dirahasiakan untuk mereka, yaitu balasan yang menyejukkan mata, sebagai ganjaran dari amal yang telah mereka lakukan”. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Allah sangat membanggakan orang-orang yang melakukan solat malam di saat gelap dengan firman-Nya dalam sebuah Hadits Qudsi : “Lihatlah hamba-hamba-Ku ini. Mereka berdiri shalat di gelap malam saat tidak ada siapa pun melihatnya selain Aku. Aku persaksikan kepada kamu sekalian (para malaikat) sungguh Aku sediakan untuk mereka negeri kehormatan-Ku”.

Sabda beliau : “Mahukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?” Jawabku : “Ya, wahai Rasulullah”. Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda : “Jagalah ini”. Aku bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah kami dituntut (diseksa) karena apa yang kami katakan?” Maka beliau bersabda : “Semoga engkau selamat. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya (atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya) di dalam neraka, selain ucapan lidah mereka?” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam mengumpamakan perkara ini dengan unta jantan dan Islam dengan kepala unta, sedangkan haiwan tidak akan hidup tanpa kepala.

Kemudian sabda beliau “tiang-tiangnya adalah shalat”. Tiang suatu bangunan adalah alat penyangga yang menegakkan bangunan tersebut, karena bangunan tidak akan dapat berdiri tegak tanpa tiang.

Sabdanya “puncaknya adalah jihad”, artinya jihad itu tidak tertandingi oleh amal-amal lainnya, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah. Ia berkata bahwa ada seseorang lelaki datang kepada Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam lalu berkata :
“Tunjukkan kepadaku amal yang sepadan dengan jihad”. Sabda beliau : “Tidak aku temukan”. Kemudian sabda beliau : “Adakah engkau sanggup masuk ke dalam masjid, lalu kamu melakukan shalat Lail tanpa henti dan puasa tanpa berbuka selama seorang mujahid pergi (berperang)?” Orang itu menjawab : “Siapa yang sanggup berbuat begitu!”

Sabdanya : “maukah kuberitahukan kepadamu tentang kunci semua perkara itu?” Jawabku : “Ya, wahai Rasullah”. Maka beliau memegang lidahnya dan bersabda : “Jagalah ini”, maksudnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam menggalakkan dia pertama kali untuk berjihad melawan orang kafir, kemudian dialihkan kepada jihad yang lebih besar, yaitu jihad melawan hawa nafsu, menahan perkataan yang menyakitkan atau menimbulkan kerusakan karena sebagian besar manusia masuk neraka karena lidahnya.

Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam : “Semoga engkau selamat. Adakah yang menjadikan orang menyungkurkan mukanya (atau ada yang meriwayatkan batang hidungnya) di dalam neraka, selain ucapan lidah mereka?” Penjelasannya telah ada pada Hadits riwayat Bukhari dan Muslim yang berbunyi :
“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhirat hendaklah ia berkata baik atau diam”.

Demikian juga pada Hadits lain disebutkan :
“Barang siapa memberi jaminan kepadaku untuk menjaga apa yang ada di antara kedua bibirnya dan apa yang ada di antara kedua pahanya, maka aku jamin dia masuk surga”
KELEBIHAN QIAMULLAIL


Qiyamullail ialah bangun pada waktu malam (menghidupkan malam) dengan beribadat kepada Allah seperti bersolat, membaca al-Quran dan berzikir semata-mata mengharap keredhaan Allah.

SEJARAH QIAMULLAIL

Pada awalnya qiamullail wajib bagi rasulullah dan para sahabat. (Lihat surah al-Muzammil 1-10)
Namun setelah setahun disyari’atkan amalan itu menjadi sunad muakkad bagi setiap umat Islam .Namun ia tetap wajib ke atas Nabi Muhammad S.A.W. (Lihat surah al-Muzammil 20)


SEBAB NUZUL AYAT
Diriwayatkan oleh Ibn Abi Hatim daripada Ibrahim al- Nakhi di mana Nabi sedang berselimut dengan lihaf maka Jibril datang menemui baginda dan menyampaikan wahyu.

HIKMAH QIYAMULLAIL

· Meningkatkan keimanan individu
· Meninggikan darjat disisi Allah
· Dapat beribadah dengan lebih khusyuk
· Mendidik jiwa bersyukur dengan nikmat kesihatan dan nikmat waktu malam yang tenang
· Melatih diri menjadi insan bertakwa
· Melatih diri menperbanyakkan amalan sunat
· Mendidik jiwa melawan nafsu dan syaitan
· Menyedari bahawa manusia dicipta untuk beribadah
· Melatih diri mengharap keredhaan Allah
· Memberi ketenangan jiwa (emosi)
· Memberi kesihatan (fizikal)
· Menajamkan akal fikiran
· Meneguhkan kekuatan rohani
· Menambahkan rasa kekerdilan di sisi Allah dan bertawakkal kepadaNya.
· Melatih diri bersikap khauf(takut) dan roja’(berharap) kepada Allah .
· Dan lain –lain lagi hikmah ganjaran Allah untuk hamba-hamba ikhlas dan istiqamah

KELEBIHAN QIAMULLAIL

· Dimakbulkan doanya dan masin perkataan.
· Tenang hati dan fikirannya
· Dimurahkan rezeki
· Dihormati masyarakat
· Dilindungi Allah daripada khianat manusia.
· Jika dia pemimpin ,dia akan disegani
· Dan banyak lagi (Perlu difahami bahawa segala kelebihan adalah nikmat Allah bergantung kepada rahmat Allah . Allah berhak mengurniakan apa sahaja yang dikehendakiNya)

WAKTU-WAKTU QIYAMULLAIL

Waktu untuk solat malam ialah selepas isya’ sehingga sebelum masuk subuh. Bagi solat tahajjud, kita digalakkan untuk tidur dahulu walaupun seketika.
Waktu yang paling utama ialah sepertiga malam terakhir.
“Puasa yang lebih disukai oleh Allah ialah puasa Nabi Daud dan solat yang disukai oleh Allah ialah solat Nabi Daud. Baginda tidur pertengahan malam, bangun sepertiganya (solat) lalu tidur seperenamnya.Baginda berpuasa sehari dan berbuka sehari”
H.R. Jamaah selain At-Tarmizi


Qiamullail merupakan sunnah Nabi, amalan para shiddiqin, orang –orang soleh,dan golongan yang mengakui kehinaannya di sisi Allah yang maha Pengasih dan Penyayang dan sebaik –baik ganjaran ,nikmat ,dan rezeki hanyalah Allah S.W.T.
Adakah kita tidak menyedari keutamaan mencontohi sunnah Rasulullah ? Adakah kita lupa kadar peratusan dosa dan maksiat yang tidak terhingga banyaknya dalam buku catatan di kiri dan kanan kita? Adakah amalan kita sudah mengatasi amalan para ‘abid yang bermujahadah dengan ibadah malam mereka?Adakah kita lupa bahawa hanya amalan dan taqwa yang menjadi bekalan pada masa yang telah dijanjikan itu ?...........
Marilah kita bersama-sama berusaha mempertingkatkan keilmuan, keimanan, ketaqwaan dan amalan kita agar kita sentiasa di bawah perlindungan dan inayah Allah dan seterusnya menghayati dan merealisasikan wawasan
khoiru ummah dan menjadi khalifah yang menepati segala amanah yang di pikul.
Masa depan agama bangsa dan negara di tangan kita…dan generasi yang akan datang merupakan amanah kepada kita…
Dan mampukah kita menjawab di hadapan Allah tentang keburukan,kemungkaran ,kemaksiatan dan kelemahan yang diwariskan kepada generasi akan datang
Yang mana kita turut mendapat bahagian dalam saham yang besar nilainya ini ?
Fikirkan dengan mata hati yang sentiasa dilimpahi nur Ilahi

JANGAN MUDAH MARAH


عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رجلا قال للنبي صلى الله عليه وسلم : أوصني قال : " لا تغضب " فردد مِرارا , قال : لا تغضب
Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Berilah wasiat kepadaku”. Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Janganlah engkau mudah marah”. Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda beliau : “Janganlah engkau mudah marah”.
[Bukhari no. 6116]

Islam sangat menganjurkan umatnya untuk dapat menahan marah. Marah berpunca daripada nafsu dan syaitan yang sering menipu daya manusia. Perasaan marah juga dapat membawa manusia itu ke lembah dosa jika perasaan itu tidak dapat di kawal lagi. Kata ulama,orang yang dapat menahan marahnya di katakan sebagai orang yang kuat.
Berdasarkan hadis 40 di atas, pengarang kitab Al Ifshah berkata : “Boleh jadi Nabi mengetahui laki-laki tersebut sering marah, sehingga nasihat ini ditujukan khusus kepadanya. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam memuji orang yang dapat mengendalikan hawa nafsunya ketika marah”. Sabda beliau : “Bukanlah dikatakan orang yang kuat kerana dapat membanting lawannya, tetapi orang yang kuat ialah orang yang mampu mengendalikan hawa nafsunya di waktu marah”.

Allah juga memuji orang yang dapat mengendalikan nafsunya ketika marah dan suka memberi maaf kepada orang lain. Diriwayatkan dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda : “Barang siapa menahan marahnya padahal ia sanggup untuk melampiaskannya, maka kelak Allah akan memanggilnya pada hari kiamat di hadapan segala makhluk, sehingga ia diberi hak memilih bidadari yang disukainya”

Tersebut pada Hadits lain : “Marah itu dari syaitan”.

Oleh kerana itu, orang yang marah menyimpang dari keadaan normal, berkata yang bathil, berbuat yang tercela, menginginkan kedengkian, perseteruan dan perbuatan-perbuatan tercela. Semua itu adalah akibat dari rasa marah. Semoga Allah melindungi kita dari rasa marah. Tersebut pada Hadits Sulaiman bin Shard : “Sesungguhnya mengucapkan ‘a’udzuubillaahi minasy syaithanirrajiim’ dapat menghilangkan rasa marah”.

Karena sesungguhnya setanlah yang mendorong marah. Setiap orang yang menginginkan hal-hal yang terpuji, setan selalu membelokkannya dan menjauhkannya dari keridhaan Allah, maka mengucapkan “a’udzuubillaahi minasy syaithanirrajiim” merupakan senjata yang paling kuat untuk menolak tipu daya setan ini.

Sunday, August 30, 2009

Mujahadahtunnafsi


Nafsu sangat mengajak kita kepada kejahatan kalau ia tidak di didik atau dilatih untuk melakukan kebaikan dan perkara-perkara mahmudah. Nafsu ini hendaklah di didik setiap masa kerana jika ia tidak di didik secara istiqamah, nafsu boleh kembali kepada sifatnya yang hanya menuju kepada kejahatan.

Nafsu penting untuk di didik kerana apabila akal seseorang itu dikuasai oleh nafsunya, maka ketika itulah dia akan menjadikan nafsunya sebagai Tuhannya. Sebelum kita ke mengenal pasti cara untuk riadhatunnafsi,marilah kita mengenal peringkat peringkat nafsu itu sendiri:

Peringkat-peringkat nafsu

Nafsu itu berperingkat-peringkat. Seseorang yang boleh mengalahkan nafsunya di satu peringkat, maka nafsunya itu akan meningkat ke peringkat atau taraf nafsu yang lebih baik. Begitulah seterusnya hingga nafsu itu benar-benar dapat ditundukkan pada perintah Allah Taala. Peringkat nafsu dari yang terendah adalah seperti berikut:

1. Ammarah
2. Lauwamah
3. Mulhamah
4. Mutmainnah
5. Radhiah
6. Mardhiah
7. Kamilah

Mujahadatunnafsi

Bermujahadah melawan hawa nafsu ialah dengan menempuh tiga langkah seperti berikut:

1. Takhalli
2. Tahalli
3. Tajalli

Ketiga-tiga peringkat ini hendaklah dilakukan dengan melaksanakan latihan-latihan rohaniah yang dinamakan riadhatun nafsi yakni latihan untuk melawan atau menentang atau memerangi semua kehendak-kehendak nafsu yang jahat. Caranya ialah dengan membuat latihan menolak segala kemahuan jahat yang ditimbulkan oleh nafsu.

i. Takhalli

Maksudnya mengosongkan atau membuang atau menyucikan hati dari sifat-sifat yang keji. Di peringkat ini, kita mesti melawan dan membuang secara paksa dan terus-menerus
semua kehendak nafsu yang rendah (jahat) dan yang dilarang oleh Allah. Selagi kita tidak membenci, memusuhi dan membuang kehendak-kehendak tersebut jauh-jauh
secara paksa dan terus-menerus, maka nafsu jahat itu akan sentiasa menguasai dan memperhambakan kita. Apabila nafsu jahat dibiarkan menguasai kita, iman tidak
akan ada tempat di hati. Bila iman tidak ada, manusia bukan lagi menyembah Allah tetapi akan menyembah hawa nafsunya. Oleh itu, usaha melawan hawa nafsu jangan
diambil ringan. Ia adalah satu jihad yang besar.

ii. Tahalli

Maksudnya mengisi atau menghiasi hati dengan sifat-sifat terpuji. Setelah kita mujahadah mengosongkan hati dari sifat-sifat mazmumah atau sifat-sifat yang keji, segera pula kita hiasi hati kita itu dengan sifat-sifat mahmudah atau terpuji. Untuk ini, sekali lagi kita perlu bermujahadah. Untuk membuang sifat-sifat mazmumah dari hati perlu mujahadah. Untuk mengisi hati dengan sifat-sifat mahmudah pun perlu mujahadah. Kalau tidak, iman tidak akan wujud dalam hati kerana iman itu berdiri di atas sifat-sifat mahmudah.

iii. Tajalli

Maksudnya terasa kebesaran dan kehebatan Allah atau keadaan sentiasa rasa bertuhan. Ia adalah sebagai hasil dari mujahadah. Selepas peringkat takhalli dan tahalli, kita akan memperoleh tajalli. Ia satu perasaan yang datang sendiri tanpa perlu diusahakan lagi. Agak sukar untuk menggambarkan perasaan ini dengan bahasa tetapi secara ringkas, secara mudah dan secara asasnya, ia adalah rasa bertuhan, rasa dilihat dan diawasi oleh Tuhan, hati seakan-akan celik, hidup, nampak dan terasa kebesaran Allah. Ingatan dan kerinduan tertuju kepada Allah. Hati tenggelam dalam kebesaran-
Nya atau dalam kecintaan pada-Nya. Harapan dan pergantungan hati tidak ada pada yang lain lagi selain Allah. Apa sahaja masalah hidup dihadapi dengan tenang dan
bahagia. Tidak ada apa-apa kesusahan dalam hidup. Yang baik mahupun yang buruk dirasakan sebagai hadiah dari Tuhan. Dunia terasa bagaikan Syurga. Inilah kebahagiaan
yang sejati dan abadi iaitu kebahagiaan hati.


Ungu - Dengan NafasMu

zinkan ku ucap kata taubat
Sebelum Kau memanggilku
kembali pada-Mu, menutup waktuku

Izinkan ku serukan nama-Mu
Sebelum nyawa dalam tubuhku
Kau ambil, kembali pada-MU

Karna ku tahu, hanyalah pada diri-Mu
Tempatku mengadu, tempatku mengeluh
Di dalam do’aku

Dan demi nafas yang telah kau hembuskan dalam kehidupanku
Ku berjanji, ku akan menjadi yang terbaik
Menjalankan segala perintah-Mu, menjauhi segala larangan-Mu
adalah sebaris do’a ku untuk-Mu

Saturday, August 29, 2009

Renungan Untuk Mengubah Sikap


Marilah kita merenung diri kita melalui madah-madah ini. Semoga dengan ini kita dapat menyedari kembali dosa dosa dan kesilapan kita yang kita tidak sedari dan sekaligus membangkitkan dan menguatkan lagi rasa kehambaan dan rasa berTuhan kita yang mana rasa rasa inilah yang akan menuntun kita ke jalan keredhaan Allah SWT.

1- "Setiap hari kiralah dosa-dosa kamu, setidak-tidaknya mengingatinya, janganlah kenang kebaikan kamu, anggap sahajalah tidak ada kebaikan"

2- "Merintihlah dengan dosa, janganlah merintih dengan buta, menangislah dengan dosa, jangan menangis dengan orang menghina, sedihlah dengan dosa, janganlah sedih dengan orang kata."

3- "Kita hamba Allah ini kenalah menyesal selalu, lebih-lebih lagi di waktu bersalah, mengeluhlah selalu nasib kita belum tahu, merintihlah selalu terutama dengan dosa-dosa kita, mengakulah lemah di hadapan Tuhan sekalipun kita serba ada, menangislah selalu kerana kita tidak dapat elak dari dosa moga-moga dengan cara ini Allah rahmati kita."

4- "Jika kita mengingati dosa kita, tidak nampak lagi kebaikan kita, apatah lagi untuk dibanggakan"

5- "Jika kita membuat dosa, tidak terasa dengan dosa, kita telah membuat dua kali dosa, satu kerana dosa yang dibuat, keduanya kerana tidak merasa berdosa."

6- "Rasakanlah diri kita sentiasa berdosa, sekalipun kita tidak nampak dosa kita, apatah lagi jika nampak, agar kita dapat mengekalkan sifat kehambaan yang kita ini memang hamba."

7- "Sebenarnya hukuman Allah kepada manusia di atas kesalahannya setiap hari berlaku. Cuma berat atau ringan dan bentuknya tidak sama di antara satu sama lain. Namun manusia tidak mahu juga dijadikan pengajaran. Justeru itu layaklah manusia ini dihukum sekali lagi di Akhirat kelak".

8- "Banyak orang mengambil berat tentang dosa-dosa lahir tetapi mengabaikan dosa-dosa batin."

9- "Banyakkan mengingat dosa-dosa kita daripada mengingat amal kebajikan kita, cara ini lebih menyelamatkan kita di Akhirat kelak."

10- "Orang yang halus perasaannya, orang lain yang bersalah dia yang rasa bersalah, orang lain yang buat dosa dia yang merasa berdosa, ada orang mati kelaparan, dia yang merasa bersalah. Betapalah kalau dia sendiri yang bersalah atau buat dosa, terseksa jiwanya sepanjang masa."

11- "Dosa walaupun kecil jangan diremeh-remehkan, dosa tetap dosa, dosa tetap dianggap derhaka, dosa sekalipun kecil kalau Allah tidak ampunkan tetap Neraka."

12- "Adakalanya orang yang menyalahkan orang yang membuat salah, dosanya lebih besar daripada orang yang membuat kesalahan, atau membuat dosa kalau dosa itu tersembunyi dibongkarnya, atau menuduh atau menghukum, terlebih atau keterlaluan daripada kesalahan yang dibuatnya."

13- "Dua orang atau lebih yang membuat satu dosa yang sama nilainya, setiap orang itu rasa berdosa tidak sama, mesti ada lebih, ada kurangnya mengikut ketaqwaan masing-masing, atau mengikutlah tingkatan iman masing-masing."

14- "Kalau orang telah mengabaikan dosa-dosa lahir, dosa-dosa batin lebih-lebih lagi terabai"

15- "Kalau seseorang itu tidak bimbang dengan dosa lebih-lebih lagi setelah terlibat dengan dosa tidak pun hati merintih dengan dosa itu ditakuti mati di dalam suul-khatimah."

16- "Hidup di dunia ini macam mimpi aja, kerana terlalu singkatnya dibandingkan hidup di Akhirat yang kekal abadi. Masanya tiada bertepi. Gambarkan kalau di Syurga alangkah indahnya, jika di Neraka alangkah parahnya."

17-"Tidak mesti benda yang besar itu bernilai atau yang paling bernilai. Di dunia ini benda yang paling bernilai dan mahal, ialah benda yang paling kecil iaitu intan dan mutiara. Begitulah amal ibadah di sisi Allah itu, Allah tidak mengukur tentang banyak atau dipandang besar, tapi amal ibadah yang paling ikhlas yang kita buat, sekalipun ibadah itu kecil sahaja pada pandangan mata manusia."

18-"Orang yang bergantung kepada amal ibadah, ibadahnya menghijab di antaranya dengan Allah."

19- "Anggaplah kita ini orang dagang di dunia ini, bahkan merasakan demikian setiap waktu, agar kita tidak terpaut dengan dunia, dan mendorong kita buat persiapan untuk balik ke Akhirat, dengan cara ini Insya-Allah kita akan selamat"

20- "Kalau seseorang itu dianggap bodoh kerana tidak membuat persiapan di hari tua yang masanya terlalu terbatas.Logiknya lebih bodoh lagilah orang yang tidak membuat persiapan di waktu selepas mati yang masanya tidak berkesudahan."

Thursday, August 27, 2009

Hukuman sebat ke atas peminum arak


Isu hukuman sebat kepada pesalah minum arak telah menarik perhatian pelbagai pihak untuk memberikan pandangan dan komen masing-masing. Hukuman yang dirujuk sebagai pelaksanaan hukum Islam di bawah Seksyen 136 Enakmen Pentadbiran Agama Islam dan Adat Resam Melayu Pahang 1982 dan boleh dihukum di bawah Seksyen 4 enakmen sama (Pindaan) 1987 sebenarnya masih tidak mengikut prinsip syarat hukum Islam yang sebenar.

Di bawah hukum Islam, kesalahan meminum arak adalah diletakkan di bawah hukum hudud, iaitu satu hukum yang dinaskan mengikut Al-Quran dan Hadis Rasulullah s.a.w. Apabila asasnya adalah nas, maka ianya adalah aspek agama Islam yang wajib untuk dilaksanakan kepada penganutnya � kerana ianya berkait dengan tanggungjawab antara manusia dengan Tuhan, antara dosa pahala serta pembalasan di hari akhirat.

Jika bersandarkan kepada nas, maka hukuman ke atas peminum arak untuk penganut Islam setelah sabit kesalahan ialah sebatan antara 40 � 80 rotan jumlahnya.

Apa yang paling penting untuk difahami ialah cara sebatan yang dilaksanakan di dalam penjara sekarang adalah sangat berbeza dengan kaedah sebenar hukum Islam, kerana mengikut Islam sebatan ini perlu mengambil kira keadaan dan kesihatan pesalah, selain dari memastikan pesalah dalam keadaan sepenuhnya berpakaian menutup aurat.

Alat sebatan dan kaedah merotan hendaklah juga sederhana, antaranya bila sebatan dilaksanakan tangan tidak boleh diangkat sehingga menampakkan ketiak. Sebatan juga tidak boleh sampai mencederakan, dan sebatan dilakukan di beberapa tempat pada badan dan bukannya pada satu tempat sahaja.

Dalam Islam, hukuman ini bukan bersifat untuk menyeksa tetapi bersifat mendidik pelaku kesalahan serta mendidik masyarakat awam supaya gerun untuk melakukan perbuatan itu lagi. Aspek pencegahan inilah yang perlu ada dalam melaksanakan hukuman dalam undang-undang Islam.

Ianya memerlukan pindaan supaya proses undang-undang Islam yang adil dapat dilaksanakan. Oleh yang demikian, kita meminta supaya pihak berkuasa tidak gopoh dalam pelaksanaan itu sehingga memberi gambaran salah mengikut syariat Islam. Dalam masa yang sama kita berharap supaya wanita yang disabitkan itu bertaubat kerana Allah Maha Pengampun dan Penyayang.

Apa yang seharusnya berlaku ialah arak haruslah di haramkan penjualannya secara menyeluruh terlebih dahulu kepada semua orang Islam. Masyarakat dan kerajaan juga perlu dididik supaya faham bahawa arak adalah haram di sisi agama Islam.

Haramnya arak adalah tidak mengira tempat � samada restoran kecil atau besar, atau hatta di dalam rumah sendiri. Menjalankan hukuman terhadap peminum arak tanpa menghapuskan puncanya � adalah seumpama menghadapi nyamuk aedes dengan menamparnya sahaja, tetapi longkang-longkang dibiarkan berselerak sehingga menjadi tempat pembiakan nyamuk yang membawa denggi !

Sumber: HarakahDaily.net

Tuesday, August 25, 2009

Mari Ketahui Peristiwa Peristiwa Yang Terjadi di Sepanjang Bulan Ramadhan 3


16 Ramadhan 727 H
Pada hari ini bertepatan dengan 5 Agustus 1327 M, Syeikh Kamaluddin Muhammad bin Ali bin Abdul Wahid bin Abdul Karim Al Anshori Azzamalkany seorang Ulama Fiqh Madzhab Syafi'i di Damaskus meninggal dunia. Beliau meninggal di Bilbis lalu dibawah ke Kairo untuk dimakamkan berdekatan dengan makam Imam Syafi'i.

17 Ramadhan 2 H
pada hari ini kaum muslimin dibawah pimpinan Nabi Muhammad SAW berhasil mengalahkan pihak Musyrikin dalam perang Badar. Terhitung 70 mati dan 70 tertawan dari pihak kaum Musyrikin.

17 Ramadhan 40 H
Pada hari ini pula Imam Ali bin Abi Thalib RA wafat karena ditikam dengan pisau beracun oleh Abdurrahman bin Muljam Al Khariji.

18 Ramadhan 21 H
Pada hari ini Kholid bin Walid salah seorang sahabat terkemuka yang terkenal dengan keberaniannya dan panglima perang dalam berbagai peperangan baik sebelum Islam atau sesudahnya meninggal dunia. Beliau masuk Islam setelah perjanjian Hudaibiyah pada tahun 7 H.Umar bin Khatab RA memimpin sholat jenazah Beliau lalu dimakamkan di Hims
dan ada pula yang mengatakan di Madinah.

19 Ramadhan 1213 H
Pada hari ini Napoleon Bonaparte beserta pasukannya melakukan ekspansi ke Mesir tepatnya dikawasan Ghiza, usaha ini mengalami kegagalan sehingga pada tanggal 23 Ramadhan seluruh pasukan meninggalkan Mesir menuju wilayah Syam.

20 Ramadhan 8 H
Rosulullah SAW keluar bersama 10 ribu pasukan perang dari kaum Muhajirin dan Anshor menuju Makkah untuk membebaskannya dari kemusrikan. Faktor keberangkatan beliau disebabkan penyerangan yang dilakukan kabilah Bani Bakar sekutu kaum Quraisy terhadap sekutu Rosulullah SAW kabilah Khuza'ah yang berarti pelanggaran terhadap
perjanjian Hudaibiyah yang telah disepakati antara kaum Quraisy dengan Rosulullah SAW. Usaha ini berhasil dengan gemilang tanpa melalui peperangan. tatkala Fathul Makkah itu Rosulullah SAW berdiri dihadapan kaum musyrikin
Makkah seraya berkata, " Menurut kalian apa akan saya lakukan sekarang ?" Mereka menjawab, " Kebaikan, karena engkau adalah saudara yang baik berasal dari keturunan baik, jika engkau memaafkan kesalahan maka itu harapan kami,akan tetapi jika engkau membalas dendam maka itu sangatlah wajar karena kami pernah berbuat jahat kepadamu.
Akhirnya Rosulullah SAW bersabda, " Pergilah, sekarang kalian bebas, aku hanya ingin mengatakan apa yang pernah dikatakan saudaraku Yusuf ; tidak ada celaan bagi kalian, semoga Allah mengampuni kalian sesungguhnya Dia maha pengasih."

21 Ramadhan sebelum Hijriyah
Ketika Rosululah SAW mendekati umur 40 tahun beliau selalu berpikir dan merenung serta berkeinginan kuat untuk mengasingkan diri (uzlah), akhirnya dengan mempersiapkan bekal makanan dan minuman beliau menuju goa Hiro yang
terdapat pada gunung Rahmah sebagai tempat beruzlah yang berjarak dua mil dari kota Makkah. Uzlah ini dilakukan tiga tahun sebelum masa kerasulan selama satu bulan Ramadhan penuh. Tatkala datang Ramadhan pada tahun ketiga dari masa uzlah, bertepatan tanggal 10 Agustus 610 M dan usia beliau genap berumur 40 tahun Qomariyah lebih 6 bulan 21 hari turun kepada beliau Malaikat Jibril AS mewahyukan surat Al Alaq yang merupa-kan surat pertama yang diturunkan kepada Rosulullah SAW.

22 Ramadhan 942 H
Pada hari ini bertepatan dengan tanggal 15 maret 1536 M, Perdana Menteri Khalifah Utsmaniyah bernama Ibrahim Basya meninggal dunia setelah bertugas selama 13 tahun. Selama masa kepemimpinan beliau telah banyak melakukan perluasan wilayah kekuasaan Islam.

23 Ramadhan 1270 H
Pada hari ini kekuatan militer Rusia dibawah pimpinan Marsyal Bernes menghentikan kepungannya terhadap kota Selestriya yang terletak di wilayah Qorum,pengepungan yang terjadi selama 35 hari ini tidak membawa dampak yang berarti bagi kekuatan Khalifah Utsmaniyah,walaupun kekuatan militer Rusia mencapai 60 ribuan tentara berhadapan 15
ribu tentara Utsmaniyah yang kebanyakan berasal dari Mesir. Pelajaran yang dapat dipetik adalah kekuatan yang sedikit
mampu mengalahkan kekuatan yang besar.

24 Ramadhan 264 H
Pada hari ini bertepatan dengan 30 Mei 878 M Imam Abu Ibrohim Ismail bin Yahya Al Muzni kawan Imam Syafi'i meninggal dunia. Beliau termasuk salah seorang Mujtahid, Imam Syafi'i pernah berkata, " kalau seandainya Imam Muzni adu argumen dengan syetan maka beliaulah sebagai pemenang." Beliau dimakamkan di dekat kuburan Imam Syafi'i.

25 Ramadhan 658 H
Perang Ain Jalut yang terjadi antara kaum muslimin dan Tartar merupakan perang yang besar dalam sejarah Islam, hal itu dikarenakan Tartar mampu menguasai banyak daerah Islam dan menjatuhkan Khilafah Abbasiah , mereka juga berhasil membunuh Kholifah Mu'tashim Billah di Baghdad pada tahun 656 H / 1256 M. Ekspansi Tartar meluas sampai
wilayah Gazza dibawah pimpinan Hulaku. Kemudian Hulaku mengirim kurir meminta kepada Sultan Mamluki "Quds" untuk tunduk dibawah kekuasaan Tartar, permintaan ini ditolak oleh Sultan Quds karena menunjukan kehinaan dan
kelemahan. Lalu beliau memutuskan untuk menghadapi Tartar dalam pererangan. Maka pada hari Jum'at tanggal 25 Ramadhan 658 H bertepatan dengan 6 September 1260 M bertemulah dua pasukan besar di wilayah Ain Jalut. Dalam peperangan ini Sultan Quds mengumandangkan syiar " Wa Islama … Wahai Allah tolonglah hamba-Mu Quds dari
kaum Tartar." Peperangan ini berakhir dengan kemenangan kaum muslimin.

26 Ramadhan 658 H
Diantara Khalifah Bani Umayyah yang paling memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Islam adalah Abdul Malik bin Marwan. Beliau menjabat sebagai Kholifah pada tanggal 26 ramadhan 658 H. Beliau mengenyam pendidikan di] madinah munawwaroh dengan melakukan talaqi ilmu-ilmu keislaman dengan Ulama Madinah pada masas itu sehingga
menjadi salah seorang Fuqoha diantara empat Fuqona yang ternama. Dalam setiap permasalahan yang terjadi didalam kehidupan masyarakat disaat beliau mengemban amanah kekholifahan berhasil diselsaikan dengan gemilang. Ibnu Kholdun berkata, " Abdul Malik bin Marwan termasuk Kholifah yang sukses dalam sejarah Islam dan Arab karena beliau mengikuti jejak Amirul Mukminin Umar bin Khattab RA dalam pengaturan Negara." Diantara hasil kerja beliau adalah pembangunan Masjid Qubbatul Sokhro dengan kubah kuningnya yang terletak dikawasan Aqso bersebelahan dengan masjid Al Aqso.

27 Ramadhan 1223 H
Pada hari ini pasukan Inkisyariyah melakukan perlawanan terhadap Sultan Utsmany Mahmud Khan II dengan tuntutan mengembalikan kekuasaan Mustofa Khan IV. Menghadapi perlawanan ini maka Sultan memutuskan untuk menghentikan perlawanan tersebut. Kalaulah tidak terjadi pembakaran di ibukota yang hampir menghanguskan seluruh
kota pasti Sultan mampu menundukan perlawanan tersebut. Akhirnya Sultan Mahmud menghentikan perang secara terpaksa demi penyelamatan ibukota dari kehancuran.

28 Ramadhan 92
HKisah kemenangan kaum muslimin pada hari ini dimulai dengan persiapan Musa bin Nashir dengan pasukan dari Arab dan Barbar yang jumlahnya mencapai 7 ribu tentara dibawah kepemimpinan Thoriq bin Ziyad untuk menaklukkan wilayah Andalus. Maka berangkatlah Thoriq bersama pasukan dengan menyeberangi laut pada hari Senin tanggal 5 Rajab 92 H dan mereka mampu memenangkan peperangan menghadapi sekumpulan pasukan Qouth dalam perjalan menuju ibokata Andalus. Akan tetapi musuh kembali menghimpun kekuatan dibawah pimpinan Rodrik raja Qouth dengan pasukan sejumlah 100
ribu tentara. Lalu mereka berjalan menuju selatan untuk menundukkan kekuatan kaum muslimin. Untuk menghadapi kekuatan musuh yang besar maka dikirmlah pasukan tambahan sejumlah 5 ribu tentara sehingga jumlah pasuakn Islam dibawah pimpinan Thoriq berjumlah 12 ribu tentara. Maka bertemulah dua pasukan yang tidak seimbang dari segi jumlah pasukan di tepian sungai Wadilaka. Peperangan terjadi selama empat hari dan pada hari keempat pasukan Qouth mampu dikalahkan dengan kerugian yang
sangat besar dengan kehancuran kerajaan mereka. Selain itu kekalahan pasukan Qouth menimbulkan rasa takut dihati pengikut Qouth sehingga mereka melarikan diri kepegunungan atau bersembunyi didalam benteng mereka. Tidak
sampai satu tahun wilayah Andalus dapat ditaklukan hampir 100% sehingga terbentuklah sebuah wilayah yang maju dalam ilmu pengetahuan dan peradaban.

29 Ramadhan 1368 H
Pada hari ini bertepatan dengan 25 Juli 1949 M dibubarkan pemerintahan Ibrohim Abdul Hadi. Mesir menjadi saksi akan kedzoliman yang dilakukan pada masa pemerintahannya penyiksaan, penangkapan, pengusiran yang belum pernah terjadi sebelumnya.

30 Ramadhan 43 H
Pada hari ini bertepatan dengan 5 Januari 664 M sahabat Rosulullah SAW Amru bin Ash RA wafat.


Wallohu'alam Bih Showab
Diterjemahkan oleh Mukmin Zainal Arifin Lc dari buku "Ramadhaniyat" karangan Muhammad Sa'id Mursy dan Qosim
Abdullah cetakan Darul Tauzi' wa Nasr Al Islamiyah Cairo Mesir.

Sumber : alhikmah.com

Sunday, August 23, 2009

Mujahadah Nafsu Di Bulan Ramadhan


Di Bulan Yang mulia ini adlah bulan yang paling sesuai untuk kita mujahadah atau melatih nafsu kita untuk melakukan perkara-perkara mahmudah dan meninggalkan perkara-perkara mazmumah.Walaupun syaitan di belenggu di bulan yang mulia ini,tetapi makhluk bernama nafsu ini masih lagi berlegar legar di dalam diri manusia. Itulah sebab banyak manusia bingung mengapa di bulan Ramadhan ini yang dikatakan syaitan telah di belenggu,tetapi masih lagi berlaku perkara perkara yang bertentangan dengan Islam.Ada lagi manusia yangg maelakukan dosa. Ini sebabnya ada nafsu yang berperanan untuk menghasut manusia untuk melakukan mungkar.

Nafsu yang ada dalam diri kita itulah yang lebih jahat dari syaitan. Syaitan tidak boleh mempengaruhi seseorang itu kalau dia tidak dapat meniti di atas nafsu.Dengan kata lain, nafsu adalah highway bagi syaitan. Kalaulah nafsu dapat diperangi, maka tertutuplah jalan syaitan dan dia tidak boleh mempengaruhi jiwa kita. Sedangkan nafsu ini sebagaimana yang digambarkan oleh Allah, ia sangat jahat.

Firman Allah SWT:
Maksudnya: “Sesungguhnya hawa nafsu itu sangat mengajak kepada kejahatan.” (Yusuf: 53)

Dalam ayat yang pendek ini, Tuhan memberitahu manusia bahawa musuh manusia yang paling ketat adalah nafsunya yang ada dalam tubuhnya sendiri. Ini dikuatkan lagi oleh sabda Rasulullah SAW:

Maksudnya: “Musuh yang paling memusuhi kamu adalah
nafsu yang ada di antara dua lambungmu.”

Nafsu inilah yang menjadi penghalang utama dan pertama dalam hendak mengamal dan melaksanakan Islam. Kemudian barulah syaitan, dunia dan perkara-perkara yang lain. Memerangi hawa nafsu lebih hebat daripada memerangi Yahudi dan Nasrani atau orang kafir. Sebab berperang dengan orang kafir cuma sekali-sekala. Memerangi nafsu tidak ada hentinya dan tidak ada penghujungnya. Nafsulah penghalang yang paling jahat. Kenapa? Kalaulah musuh dalam selimut, itu pun mudah dan boleh kita hadapi. Tetapi nafsu adalah sebahagian dari juzuk tubuh badan kita sendiri. Tidak sempurna diri kita kalau tidak ada nafsu.

Ia bukannya musuh dalam selimut tetapi musuh dalam diri. Sebahagian diri kita memusuhi kita. Ia adalah jismul latif iaitu tubuh yang halus yang tidak dapat dilihat dengan mata kepala.

Ia hanya boleh dikesan oleh mata otak atau dirasa oleh mata hati. Oleh itu mana boleh kita buang. Sekiranya dibuang, kita pun pasti mati. Sebab nafsu itu perlu untuk kita hidup. Nafsulah penghalang yang besar. Kalau hendak sembahyang, bukannya senang hendak mujahadah. Hendak sembahyang Subuh contohnya, kita kata tunggulah dulu. Bangun sepuluh minit lagi.

Akhirnya terlajak sembahyang Subuh. Pukul 8.00 pagi baru terjaga. Siapa yang membisikkan kepada kita itu? Itulah nafsu. Bukan senang hendak berjuang dan berkorban. Nafsu akan berbisik, “Fikirkanlah masa depan kamu. Korban sikit-sikit
cukuplah.”

Bukannya mudah hendak sabar apabila berhadapan dengan ujian. Bukan mudah sebab nafsu tidak mahu. Begitu juga hendak memberi maaf kepada orang yang buat salah dengan
kita. Kita rasa terhina hendak memaafkan orang yang bersalah dengan kita terutama kalau kita ada jawatan dan pengaruh.

Lebih-lebih lagi kalau kita yang bersalah, hendak minta maaf lagilah payah. Terasa tercabar ego kita. Bukan senang hendak mujahadah bila nafsu kata jangan. Hendak ikut syariat bukannya senang. Sebab itu barangsiapa yang berjaya melawan hawa nafsunya, dia dianggap wira. Dianggap orang berani dan luar biasa. Ada Hadis mengatakan:

Maksudnya: “Tidak dianggap seseorang itu berani bila dia dapat mengalahkan musuhnya tetapi dianggap berani jika seseorang itu dapat melawan hawa nafsunya.”

Tetapi selalunya bila seseorang itu dapat mengalahkan nafsunya, hingga menjadi orang yang baik dan soleh, manusia menganggap dia orang yang paling jahat di dunia. Orang tidak kata dia wira atau orang berani. Tetapi orang yang sudah dikalahkan oleh hawa nafsunya dan hidupnya sudah lintangpukang, orang kata mereka inilah wira! Bush dianggap wira oleh orang Amerika. Saddam juga dianggap wira oleh orang Iraq. Tidak kiralah apa gelaran sama ada ‘tokoh’ atau ‘jaguh’ yang dikurniakan kepada seseorang itu, bila kita tinjau kehidupan dan peribadi mereka, kebanyakan mereka adalah orang yang sudah kalah dan sudah ditumpaskan oleh hawa nafsu mereka.

Jadi dalam dunia hari ini, siapa yang dikalahkan oleh hawa nafsunya dianggap tokoh, jaguh dan wira.

Itulah wira yang palsu. Wira yang sebenar-benar wira ialah orang yang dapat mengalahkan hawa nafsunya. Inilah yang dikatakan pejuang yang hakiki. Selagi hawa nafsu tidak dapat diperangi, selama itulah seseorang itu tidak akan tertuju kepada Allah. Tidak akan dapat benar-benar berkhidmat kepada Allah. Tidak akan jatuh cinta dengan Allah. Tidak akan dapat memberi ketaatan yang tidak berbelah bagi kepada Allah. Kalau nafsu tidak diperangi, seseorang itu tidak akan dapat hidup dalam
kebenaran dan tidak akan dapat hidup dalam pimpinan Allah.

Firman Allah SWT:

Maksudnya: “Mereka yang berjuang untuk melawan hawa nafsu kerana hendak menempuh jalan Kami, sesungguhnya Kami akan tunjukkan jalan Kami. Sesungguhnya
Allah itu berserta dengan orang yang berbuat baik.” (Al Ankabut: 69)


Ini jaminan dari Allah. Siapa sanggup melawan hawa nafsunya, Allah akan tunjukkan jalan hingga diberi kemenangan, diberi bantuan dan tertuju ke jalan yang sebenar. Inilah rahsia untuk mendapat pembelaan dari Allah. Ertinya, mereka mendapat
pembelaan dari Allah di dunia lagi. Jadi sesiapa yang sanggup melawan hawa nafsunya, dia adalah rijalullah (orang Allah, keluarga Allah, kepunyaan Allah dan tentera Allah). Siapa yang menjadi ‘kepunyaan’ Allah atau tentera Allah, dia akan
dibantu Allah.

Tetapi selagi belum menjadi tentera Allah, sebaliknya menjadi tentera manusia atau tentera syaitan, Allah akan biarkan.

Kalau diberi kemenangan pun, atas dasar dia kuat, bukan atas dasar dapat bantuan dari Allah. Dia dibantu atas dasar istidraj, bukan atas dasar rahmat. Jadi seseorang itu mesti sanggup melawan hawa nafsunya. Kalau tidak, banyaklah ajaran Islam yang akan terabai. Banyaklah perintah Allah yang dicuaikan. Bila tidak dapat lawan hawa nafsu, banyak pula larangan Allah yang dibuat. Kalau terbuat boleh tahan, tetapi ini sengaja dibuat. Ini lebih berat.

Jadi hanya dengan melakukan mujahadatunnafsi (mujahadah melawan hawa nafsu), barulah ajaran Islam itu boleh kita amalkan sunguh-sungguh kerana nafsu yang sangat menghalang itu sudah tidak ada lagi. Barulah maksiat lahir dan batin dapat kita tinggalkan dan hindarkan kerana nafsu yang sangat menyuruh kepada kejahatan itu sudah tidak ada lagi. Nafsu itu sudah kita didik, sudah kita kalahkan, sudah kita jinakkan dan sudah menjadi tawanan kita.


MAWADDAH
Mujahadah

aduh sakitnya mujahadah
ia meletihkan, menyusahkan, dan menjemukan
Tuhan kernaMu ku lakukan juga
walaupun payah ku terus lakukannya

dalam susah kuteruskan juga
dalam jemu kupaksa juga diriku
ku cuba melawan perasaan itu
ku yakin dengan rahmatMu
Engkau kan bantu

Engkau sebenarnya mahu melihatku
bersungguh mujahadah ataupun tidak
Engkau sebenarnya hendak meguji diri ini
setelah bersungguh tanpa jemu
Kau kan bantu

setelahku bersungguh bermujahadah
aku yakin Kau kan tunjukkan jalan
jalanMu yang lurus
jalan kebenaran
bantulahku bermujahadah
oh Tuhan

bahkan aku percaya bermujahadah keranaMu
supaya Engkau bentang jalan kebenaran
agar aku menempuhnya
ke jalan keselamatan2x

Mari Ketahui Peristiwa Peristiwa Yang Terjadi di Sepanjang Bulan Ramadhan 2



5 Ramadhan 362 H
Sultan Al Mu'iz Lidinillah Al fatimi memasuki negera Mesir setelah sebelumnya beliau mengirim pasukan sebanyak 100.000 tentara dibawah pimpinan panglima Jauhar Ash Shiqili pada bulan Sya'ban 358 H tampa ada perlawanan.


6 Ramadhan 223 H
Sultan Al Mu'tasim seorang khalifah 'Abasiyah mengadakan pengepungan terhadap kota 'Umuriyah' yang merupakan benteng pertahan terkuat kerajaan Benzantiniyyah di Asia kecil. usaha beliau berhasil dengan tertakluknya kota tersebut.peperangan berkecamuk dengan sangat dasyatnya dan beliau tidak mampu menaklukannya akhirnya beliau kembali
kepusat pemerintahannya tampa membawa hasil yang dicita-citakan.

7 Ramadhan 361 H
Atas perintah Khalifah fatimi panglima Jauhar Ash Shiqili meletakan pondasi pertama pendirian Jami' (Masjid) Al Azhar. Pada tahun 378 H fungsi masjid ditambah menjadi suatu Universitas dengan dilakukan pembentukan staff pengajar yang pembahasan utamanya adalah permasalahan hukum-hukum keislaman. sepanjang masa Al Azhar selalu menyambut gembira kedatangan para pelajar yang berkeinginan belajar disana. segala fasilitas disediakan seperti tempat tinggal, kebutuhan hidup bahkan halaqoh (kelompok belajar) ilmu-ilmu keislaman yang beragam sehingga para penuntut ilmu dapat memilih halaqoh yang dikehendakinya.

8 Ramadhan 789 H
Sultan Al Mu'tasim Billah pada hari ini mengadakan pengumuman kepada rakyatnya bahwa barang siapa yang merasa didzalimi dan memiliki perkara yang mengantar kepada permusuhan maka datanglah kepada saya pada hari Ahad (Minggu) dan Rabu untuk menyelesaikan permasalahannya. tradisi ini baru dimulai pada masa beliau dan selanjutnya diikuti oleh Sultan-sultan setelah beliau.

9 Ramadhan 222 H
Panglima Al Afsyiin salah satu panglima perang Khalifah 'Abasiyah Al Mu'tasim bin Harun Ar Rasyid mampu menaklukan kota albadz pusat pemerintahan Babak Al Khurmi setelah melakukan pertempuran dan pengepungan selama dua tahun penuh. Faktor pemberontakan Babak Al Khurmi yang dimulai tahun 201 H pada masa Khalifah
Ma'mun adalah keinginannya untuk merebut kekholifahan dari ras Arab yang Muslim untuk ras Faris dan Majusi. selain itu merekapun menolak segala bentuk peribadahan seperti Sholat, Saum, Zakat, haji dan menghalalkan minum Arak dan menghalalkan segala yang diharamkan oleh Islam.

10 Ramadhan 1393 H
Tentara Mesir mampu menembus terusan Suez dan menghancurkan benteng Berlif serta menghancurkan kekuatan tentara Israel. Begitupula tentara Suriah mampu membebaskan beberapa wilayahnya dari tangan Israel. Semboyan pasukan pada peperangan tersebut adalah Allahu Akbar ( Allah Maha Besar).

11 Ramadhan 1393 H
Terjadi serangan mendadak terhadap kekuatan Israel yang dilakukan oleh satu pasukan berani mati Palestina di Ramallah yang menyebabkan kerusakan dan kerugian dipihak Israel.

12 Ramadhan 597 H
Imam Abu Faraj Ibnu Jauzi seorang ahli sejarah dan Ulama terkenal meninggal dunia. Beliau terkenal karena karangan beliau yang ratusan buku, sampai diriwayatkan bahwa beliau mengarang buku sekitar 250 buku.

13 Ramadhan 1356 H
Pada tanggal 26 September 1937 M mujahidin Palestina membunuh pimpinan militer Andruz yang melakukan tindakan merugikan bagi pihak Palestina dengan merebut sebagian tanah di daerah Jalil 'Ulya untuk pihak Yahudi. Pemerintah Inggris tidak tinggal diam melihat hal ini, lalu mereka melakukan pembunuhan dan pengusiran yang berakhir dengan
penangkapan Syeikh Farhan Sa'dy teman Syeikh 'Izzuddin Al Qassam yang berusia 80 tahun. Syeikh Farhan ditangkap dikediamannya dengan tuduhan melakukan pemberontakan. Dalam persidangan Mahkamah Militer memutuskan hukuman gantung terhadap beliau. Usaha pembelaan terhadap Syeikh sudah dilakukan oleh berbagai pihak untuk membebaskan beliau namun semuanya tidak berhasil. akhirnya beliau meninggal dalam kondisi puasa.

14 Ramadhan 666 H
Pemerintahan Anthokiah didirikan oleh Pangeran Wormandi Buwaihimund pada tahun 491 H. Kota ini merupakan kota termegah dengan dikelilingi benteng yang sangat kuat dijaga oleh ribuan pasukan secara bergiliran siang dan malam. walaupun kondisinya demikian kaum muslimin berhasil menaklukan daerah ini dengan izin Allah SWT dibawah panglima
perang Dhohir Bibris. Terhitung empat puluh ribuan mati dan tertawan dari pihak musuh. Kemenangan ini merupakan kemenangan terbesar setelah kemenangan Hitthin.

15 Ramadhan 1414 H
Pada tanggal ini seorang Yahudi menyerang masjid Harom Ibrohimi di kota kholil Palestina seraya menembak jama'ah yang sedang sholat Subuh secara membabi buta sehingga banyak yang mati. Namun sangat disayangkan pihak Israel tidak mengakui kesalahan itu, mereka mengeluarkan pernyataan bahwa orang itu terkena penyakit jiwa yang tindakannya tidak bisa dipertanggungjawabkan.

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails