Wednesday, September 30, 2009

From SARA BOOKER





By Sara Bokker 

I am an American woman who was born in the midst of America’s “Heartland.” I grew up, just like any other girl, being fixated with the glamour of life in “the big city.” Eventually, I moved to Florida and on to South Beach of Miami, a hotspot for those seeking the “glamorous life.” Naturally, I did what most average Western girls do. 

I focused on my appearance and appeal, basing my self-worth on how much attention I got from others. I worked out religiously and became a personal trainer, acquired an upscale waterfront residence, became a regular “exhibiting” beach-goer and was able to attain a “living-in-style” kind of life. 


Hidayah Milik Allah: Sara Bokker Menemukan Cahaya Kedamaian Menerusi ISLAM.




Sara Bokker, dulunya adalah seorang model, aktris, aktivis dan instruktur fitness. Seperti umumnya gadis remaja Amerika yang tinggal di kota besar, Bokker menikmati kehidupan yang serba gemerlap. Ia pernah tinggal di Florida dan South Beach, Miami, yang dikenal sebagai tempat yang glamour di Amerika. Kehidupan Bokker ketika itu hanya terfokus pada bagaimana ia menjaga penampilannya agar menarik di mata orang banyak.

Setelah bertahun-tahun, Bokker mulai merasakan bahwa ia selama ini sudah menjadi budak mode. Dirinya menjadi “tawanan” penampilannya sendiri. Rasa ingin memuaskan ambisi dan kebahagian diri sendiri sudah mengungkungnya dalam kehidupan yang serba glamour. Bokker pun mulai mengalihkan kegiatannya dari pesta ke pesta dan alkohol ke meditasi, mengikuti aktivitas sosial dan mempelajari berbagai agama.
Sampai terjadilah serangan 11 September 2001, dimana seluruh Amerika bahkan diseluruh dunia mulai menyebut-nyebut Islam, nilai-nilai Islam dan budaya Islam, bahkan dikait-kaitkan dengan deklarasi “Perang Salib” yang dilontarkan pimpinan negara AS. Bokker pun mulai menaruh perhatian pada kata Islam.
“Pada titik itu, saya masih mengasosiasikan Islam dengan perempuan-perempuan yang hidup di tenda-tenda, pemukulan terhadap istri, harem dan dunia teroris. Sebagai seorang feminis dan aktivis, saya menginginkan dunia yang lebih baik bagi seluruh umat manusia,” kata Bokker seperti dikutip dari Saudi Gazette.

Menemukan Al-Quran

Suatu hari, secara tak sengaja Bokker menemukan kita suci al-Quran, kitab suci yang selama ini pandang negatif oleh Barat. “Awalnya, saya tertarik dengan tampilan luar al-Quran dan saya mulai tergelitik membacanya untuk mengetahui tentang eksistensi, kehidupan, penciptaan dan hubungan antara Pencipta dan yang diciptakan. Saya menemukan al-Quran sangat menyentuh hati dan jiwa saya yang paling dalam, tanpa saya perlu menginterpretasikan atau menanyakannya pada pastor,” sambung Bokker.
Akhirnya, Bokker benar-benar menemukan sebuah kebenaran, ia memeluk Islam dimana ia merasa hidup damai sebagai seorang Muslim yang taat. Setahun kemudian, ia menikah dengan seorang lelaki Muslim. Sejak mengucap dua kalimat syahdat Bokker mulai mengenakan busana Muslim lengkap dengan jilbabnya.
“Saya membeli gaun panjang yang bagus dan kerudung seperti layaknya busana Muslim dan saya berjalan di jalan dan lingkungan yang sama, dimana beberapa hari sebelumnya saya berjalan hanya dengan celana pendek, bikini atau pakaian kerja yang ‘elegan’,” tutur Bokker.
“Orang-orang yang saya jumpai tetap sama, tapi untuk pertama kalinya, saya benar-benar menjadi seorang perempuan. Saya merasa terlepas dari rantai yang membelenggu dan akhirnya menjadi orang yang bebas,” Bokker menceritakan pengalaman pertamanya mengenakan busana seperti yang diajarkan dalam Islam.
Setelah mengenakan jilbab, Bokker mulai ingin tahu tentang Niqab. Ia pun bertanya pada suaminya apakah ia juga selayaknya mengenakan niqab (pakaian muslimah lengkap dengan cadarnya) atau cukup berjilbab saja. Suaminya menjawab, bahwa jilbab adalah kewajiban dalam Islam sedangkan niqab (cadar) bukan kewajiban.
Mengenakan Niqab
Tapi satu setengah tahun kemudian, Bokker mengatakan pada suaminya bahwa ia ingin mengenakan niqab. “Alasan saya, saya merasa Allah akan lebih senang dan saya merasa lebih damai daripada cuma mengenakan jilbab saja,” kata Bokker.
Sang suami mendukung keinginan istrinya mengenakan niqab dan membelikannya gaun panjang longgar berwarna hitam beserta cadarnya. Tak lama setelah ia mengenakan niqab, media massa banyak memberitakan pernyataan dari para politisi, pejabat Vatikan, kelompok aktivis kebebasan dan hak asasi manusia yang mengatakan bahwa niqab adalah penindasan terhadap perempuan, hambatan bagi integrasi sosial dan belakangan seorang pejabat Mesir menyebut jilbab sebagai “pertanda keterbelakangan.”
“Saya melihatnya sebagai pernyataan yang sangat munafik. pemerintah dan kelompok-kelompok yang katanya memperjuangkan hak asasi manusia berlomba-lomba membela hak perempuan ketika ada pemerintah yang menerapkan kebijakan cara berbusana, tapi para ‘pejuang kebebasan’ itu bersikap sebaliknya ketika kaum perempuan kehilangan haknya di kantor atau sektor pendidikan hanya karena mereka ingin melakukan haknya mengenakan jilbab atau cadar,” kritik Bokker.
“Sampai hari ini, saya tetap seorang feminis, tapi seorang feminis yang Muslim yang menyerukan pada para Muslimah untuk tetap menunaikan tanggung jawabnya dan memberikan dukungan penuh pada suami-suami mereka agar juga menjadi seorang Muslim yang baik. Membesarkan dan mendidik anak-anak mereka agar menjadi Muslim yang berkualitas sehingga mereka bisa menjadi penerang dan berguna bagi seluruh umat manusia.”
“Menyerukan kaum perempuan untuk berbuat kebaikan dan menjauhkan kemunkaran, untuk menyebarkan kebaikan dan menentang kebatilan, untuk memperjuangkan hak berjilbab maupun bercadar serta berbagi pengalaman tentang jilbab dan cadar bagi Muslimah lainnya yang belum pernah mengenakannya,” papar Bokker.
Ia mengungkapkan, banyak mengenal muslimah yang mengenakan cadar adalah kaum perempuan Barat yang menjadi mualaf. Beberapa diantaranya, kata Bokker, bahkan belum menikah. Sebagian ditentang oleh keluarga atau lingkungannya karena mengenakan cadar. “Tapi mengenakan cadar adalah pilihan pribadi dan tak seorang pun boleh menyerah atas pilihan pribadinya sendiri,” tukas Bokker.

Gempa bumi: Amaran tsunami dikeluarkan




Hari Ini, Pusat Amaran Tsunami Pasifik mengeluarkan amaran tsunami kepada Indonesia, Malaysia, India dan Thailand ekoran gempa bumi kuat 7.6 pada skala Richter menggegar pulau Sumatera hari ini.

Agensi Meteorologi Indonesia memaklumkan, gegaran itu berpusat di dasar laut Sumatera.

Badan Peninjau Geologi Amerika Syarikat (AS) menyatakan magnitud gempa itu sekuat 7.9 pada skala Richter.

Gegaran akibat gempa itu dirasai di bangunan-bangunan tinggi di Jakarta, begitu juga Singapura dan Malaysia.
Setakat ini, laporan ombak besar dan kecederaan belum ada lagi.

Nasihat KepadaYatim Piatu



Setiap anggota masyarakat perlu mengambi berat dan menganggap diri mereka sebagai ibu serta bapa kepada anak-anak yatim sebagai usaha mengurangkan bebanan hidup yang dihadapi mereka.


 Melalui cara itu anak-anak yatim merasakan mereka sebenarnya tidak keseorangan dalam mengharungi gelombang hidup.

“Ia juga dapat merelaikan kesunyian ketika saat-saat menjelang sambutan hari lebaran.


Anak anak yatim juga ingin mendambakan belaian seorang ibu dan kasih sayang dari ayah. Mereka ini  patut di raikan  supaya mereka juga merasakan apa yang dirasa oleh anak anak lain.


Itu yatim piatu mengikut makna asal kata, tetapi yatim piatu yang tiada beradab dan ilmu lebih teruk dan bahaya. Tidak ada ilmu dan adab, manusia terhina.Tiada ibu dan bapa bukanlah aib Nilai manusia bukan di situ.Bila tiada ilmu dan akhlak tidak ada nilai dirinya. Ilmu dan akhlak nilai diri manusia.


Wahai anak-anak yang tiada ayah dan ibu, Jangan hati susah ketiadaan mereka. Pentingkanlah ilmu dan akhlak mulia. Lebih-lebih lagi iman dan taqwa. Ada ibu dan ayah tiada apa-apa erti,j ika iman, ilmu, akhlak tiada diperolehi. Mereka akan derhaka kepada Allah dan Rasul-Nya. Juga kepada dua ibu bapa mereka.


Berapa banyak manusia yang masih ada ibu bapa, tapi derhaka kepada kedua-duanya. Ini kerana iman dan ilmu tiada di dada. Akhlak yang mulia tidak lahir dari mereka. Janganlah sedih ketiadaan ibu dan bapa. Nasib kita bukan ditentukan oleh keduanya. Carilah iman pentingkan ilmu..


Hiasilah diri dengan akhlak, Tuhan cintakan kita
Bersedihlah kalau kita tidak ada itu semua..



Lagu Untuk Anak Yatim


Yatim piatu, malang nasibmu
Semoga Tuhan selalu
Melimpahkan rahmat-Nya padamu
(Amin, Allahumma Amin)


Yatim piatu, besarkan hatimu
Di dalam mengarungi
Hidup yang penuh tantangan ini
(Amin, Allahumma Amin)

Wahai semua kawan
Atasmu kewajiban
Menyantuni mereka dan mengasihinya

Sungguh engkau manusia
Yang tiada beriman
Bila pada mereka tak belas kasihan

Wahai para hartawan
Coba ulurkan tangan
‘Tuk membantu mereka dalam kehidupan

Sungguh engkau manusia
Pendustakan agama
Apabila mereka engkau sia-sia


Oleh: Rhoma Irama

Wednesday, September 16, 2009

Koreksi Diri Di Hari Raya


Ramadhan telah meninggalkan kita
Syawal menjelang menandakan hari raya
Kehidupan biasa bermula semula
Ramadhan hadapan belum tentu kita jumpa


Di hari Raya ini, koreksilah diri sendiri
Layakkah hari ini kita berhari raya
Hari raya hanya untuk orang-orang bertaqwa
Selain mereka tidak layak merayakannya


Renung kembali segala amalan di bulan Ramadhan
Adakah meningkat dari sebelumnya
Bertambah baikkah kita dari masa ke semasa
Sesuai dengan meningkatnya umur kita


Renung pula kehadapan bagaimana nasib kita 
Apakah kita mati didalam Husnul Khatimah
Kerana nafsu selalu mendorong kejahatan
Juga Syaitan yang sentiasa melalaikan


Ingatlah Hari Raya BUKAN UNTUK BERSUKA RIA
Ia hari Bersyukur menggembirakan yang tak punya
Memberi bantuan mereka yang tidak berada
Maaf bermaafan kita sesama kita


Bertimbang rasa kita sesama manusia
Bersimpatilah dengan mereka yang susah 
Berkasih sayang itu sangat di perintahkan
Bahkan sesuai dengan fitrah manusia

Sajak aidilfitri :Hikmah Ramadhan dan Syawal



Ramai yang bergembira dengan kedatangan Syawal
Kerana di saat itulah peluang mereka menziarahi sanak saudara dan sahabat
Keluarga serta rakan jiran dan juga taulan


Tetapi tidak ramai yang ingin tahu
Apakah hikmah Ramadhan dan Syawal
Tuhan tidak akan menjadikan sesuatu itu sia sia
Pasti Ramadhan dan Syawal mempunyai hikmahnya


Menyambut Syawal ertinya menyambut Fitrah sembuh dari penyakit batin
Seperti akal yang hanya memikirkan dunia
Nafsu sembuh dari sifat tamaknya dan juga sifat bakhilnya
Roh bebas dari sifat pemarahnya,dengki dan dendamnya


Kerana itu di datangkan bulan Ramadhan kepada kita
Supaya dapat mengubah segala penyakit jiwa
Ibadah puasa yang bukan sahaja di nilai dari lahirnya
Tapi pendengaran penglihatan dan hatinya turut berpuasa


Juga membaca Quran dapat menerangkan hati
Sembahyang yang di hayati melahirkan peribadi mulia
Itulah ubat yang mengembalikan fitrah semulajadi
Hasilnya Tuhan akan memberi Iman dan juga Taqwa


SELAMAT HARI RAYA AIDIL FITRI
MAAF ZAHIR BATIN...

Kesesatan Di Zaman Moden: "Rasul Melayu" Akhirnya Ditangkap

Di negara kita, terdapat pelbagai ajaran sesat yang sangat berleluasa bagai "Cendawan tumbuh selepas hujan". Baru2 ini Seorang manusia yang mendakwa dirinya "Rasul Melayu" telah di tangkap di kediamannya semasa makan."Rasul" tak puasa itu telah di dakwa 2 tahun lalu atas pengakuannya sebagai Rasul.



SHAH ALAM 16 Sept. – Lelaki yang mengakui dirinya ‘rasul Melayu’, Abd. Kahar Ahmad yang menyembunyikan diri daripada Jabatan Agama Islam Selangor (JAIS) sejak lebih dua tahun lalu, akhirnya berjaya ditangkap di rumah sewanya di Sungai Long, Kajang pagi ini.
Pengarah JAIS, Datuk Mohammed Khusrin Munawi berkata, ketika serbuan dilakukan pada pukul 9.45 pagi, bekas pekerja am di Zoo Negara berusia 59 tahun itu sedang makan sambil menonton televisyen di ruang tamu rumah tersebut.
Tambahnya, turut berada di dalam rumah itu ialah anaknya yang dikenali sebagai Zulhilmi dan pembantu rumah.
‘‘Abd. Kahar cuba melarikan diri ketika ditahan tetapi kemudiannya berhenti.
‘‘Tiada sebarang pergelutan berlaku. Ini adalah kes pertama lelaki mengaku rasul ditahan. Syukur Alhamdulillah, mungkin ini berkat bulan Ramadan,” katanya pada sidang akhbar mengenai penangkapan lelaki itu di sini hari ini.
Katanya lagi, JAIS berjaya mendapat perintah waran tahanan ke atas Abd. Kahar dari Mahkamah Tinggi Syariah di sini sehingga tarikh perbicaraan pada 7 Oktober ini.
Mohammed Khusrin memberitahu, seramai 12 pegawai penguat kuasa JAIS dan sekumpulan polis terlibat dalam operasi itu setelah memantau pergerakannya di rumah itu sejak Isnin lalu.
Beliau berkata, tangkapan itu juga merujuk kepada waran yang dikeluarkan sebelum ini setelah lelaki itu tidak hadir buat pertama kali di Mahkamah Tinggi Syariah Shah Alam atas lima tuduhan di bawah Enakmen Jenayah Syariah Negeri Selangor pada 17 Ogos 2005.
Antara kesalahan dan akidahnya menyimpang jauh dari agama Islam ialah mengakui dirinya rasul atau utusan Allah dan mendakwa rasul sentiasa ada di bumi untuk menyampaikan ilmu Allah.
Dia juga berkata, sembahyang lima waktu tidak wajib dan padanya sembahyang itu memadai dengan hanya membuat kebaikan dan menjauhkan diri daripada perbuatan mungkar.
Kejayaan tersebut, jelas Mohammed Khusrin, adalah hasil maklumat orang awam yang cam wajah Abd. Kahar menerusi risalah yang diedarkan termasuk disiarkan di media-media.
‘‘Serentak dengan kejayaan itu juga, JAIS akan menganugerahkan kepada individu pemberi maklumat sebanyak RM20,000 seperti yang dijanjikan sehingga tertangkapnya Abd. Kahar,” ujar beliau.
Beliau berkata, Abd. Kahar sebelum ini dikesan menyewa di sebuah apartmen di kawasan Hulu Klang dan JAIS hampir berjaya menangkapnya, tetapi dia terlebih dahulu keluar dari kediaman tersebut.
‘‘Akhirnya JAIS menerima maklumat, dia telah berpindah dan menyewa sebuah rumah di Sungai Long hingga berjaya diberkas hari ini,’’ katanya.
Katanya lagi, JAIS juga sedang mengumpul bukti kukuh untuk menahan Zulhilmi yang dipercayai turut menjadi penyebar ajaran sesat pimpinan bapanya menerusi sebuah laman blog.


Sources: Utusan Malaysia

Renungan Syawal

Satu Syawal merupakan hari raya bagi Umat Islam di dunia. Ia adalah hari syaitan dibebaskan dari tawanan. Hari ini juga adalah hari syaitan bersumpah akan menjadikan anak Adam paling berdosa dalam sejarah. Hari ini adalah hari nafsu tidak lagi lemah lantaran puasa. Hari ini merupakan hari gandingan mereka setelah sebulan dipisahkan.

Pada hari ini, berapa ramai manusia yang telah kembali ingkar dan mungkar pada Allah. Berapa ramai manusia yang dilaknat dan berapa ramai manusia yang telah terhamba hatinya kepada dua musuh utama tadi. Dalam senyum dan gelak muka mereka menjadi hitam lantaran dosa, hati mereka menjadi kelam lantaran derhaka dan jiwa mereka menjadi suram lantaran noda. Berapa ramai yang Tuhan rentap nyawanya pada hari itu. Persoalannya adakah di dalam Husnul Khatimah" (mati di dalam kebaikan)

Bagi Mukmin, pada hari ini kita diajar untuk berziarah dan bersedekah, memohon kemaafan di atas dosa sesama insan. Di ajar untuk mengenang orang yang susah dan berduka, di kala kita gembira.

Duhai Mukmin, jauhilah dari dilaknat di pagi Syawal, jauhilah diri dari menjadi bongkak dan takabbur pada Tuhan. Ingatlah Tuhan dan hindarkanlah dosa. Andaikata Tuhan menjemput kita pada hari ini, pastikan, ia hari termulia dalam hidup kita.



7 Amalan Syawal

1. Banyakkan memohon ampun pada Allah dan kemaafan pada insan.
"sesiapa yang masih berdosa selepas Ramadhan akan celakalah hidupnya"

2. Banyakkan menyapa dan memberi salam
"sesiapa yang menyambungkan silaturrahim, Allah akan permudahkan jalannya ke Syurga"

3. Banyakkan besedekah
"sedekah dapat menghidarkan bala yang akan menimpa"

4. Banyakkan bertasbih, bertahmid dan bertakbir
Sesiapa yang menyebut nama Allah di bumi, Allah akan menyebutnya di langit, dan sesiapa yang namanya disebut akan diberi rahmat di dalam hidupnya"

5. Banyakkan berziarah
"Siapa yang menziarahi saudaranya kerana Allah, Allah akan sediakan mahligai baginya di syurga"

6. Banyakkan berdoa
"Sesiapa yang memohon kepada Allah akan keselamatan, maka jelaslah orang itu bertawakkal. Sesiapa yang bertawakkal pada Allah, maka tidaklah dia berjalan di muka bumi ini kecuali dengan pertolonganNya.

7. Banyakkan bersyukur
"Sesiapa yang bersyukur pada Allah (di atas nikmatNya) maka Allah akan gandakan nikmat yang telah dikurniakannya itu"

Semoga, kita semua di dalam rahmat dan perlindungan ilahi.

Selamat Hari Raya Aidil Fitri dan Maaf Zahir Batin




LinkWithin

Related Posts with Thumbnails