Friday, February 11, 2011

Maher Zain - InsyaAllah (Arabic Version)



Lyrics: Inshallah - Arabic Version


لو في يوم كان الحمل عليك تقيل
وتايه لوحدك مش لاقي دليل
والهموم تخلي الليل طويل
وترميك في غربة ومرارة وويل
مد ايديك ، تلقاه دايما حوليك
هو الله ، قبلك حاسس بيك
إن شاء الله إن شاء الله إن شاء الله
هاتلاقي الطريق
إن شاء الله إن شاء الله إن شاء الله
هاتلاقي الطريق

لو في يوم خدتنا معاصي أو ذنوب
وخافت قلوبنا ما تقدر تتوب
وتشكي الروح ، ومين بالسر ليه نبوح ؟
ومين الي يقدر يداوي الجروح ؟
مد ايديك ، تلقاه دايما حوليك
هو الله ، قبلك حاسس بيك
إن شاء الله إن شاء الله إن شاء الله
حتلاقي الطريق
إن شاء الله إن شاء الله إن شاء الله
حتلاقي الطريق

قول يا الله
ده عنك مش بعيد
ماتشيلش هم ولا تشعر بضيق
قول يا الله
اهدينى ياقلبي عشان أتوب
امحيلي ذنوبي واهديني الطريق
نورلي الطريق، نورلي الطريق، نورلي الطريق

إن شاء الله
إن شاء الله
إن شاء الله
هاتلاقي الطريق
إن شاء الله
إن شاء الله
إن شاء الله
هاتلاقي الطريق
إن شاء الله
إن شاء الله
إن شاء الله
هاتلاقي الطريق

Thursday, February 10, 2011

HINDARI HARI VALENTINE: PUNCA BERLAKU ZINA



Bismillahhirrahmanirrahim...


Tidak lama lagi, dalam beberapa hari ini, para remaja menunggu-nunggu untuk menyambut kedatangan hari Valentine yang mereka katakan sebagai hari untuk "berkasih sayang" antara dengan kekasih dan pasangan sendiri. Valentine disambut dengan menghadiahkan bunga, kad, dan macam-macam lagi bagi menunjukkan rasa cinta kepada kekasih masing-masing.


Para remaja majoritinya tidak tahu (atau buat2 tak tahu) tentang perihal atau sejarah Valentine itu sendiri. Valentine ini SANGAT BERTENTANGAN dengan Islam. Remaja perlu diberitahu tentang perihal supaya mereka tidak terus terjebak dengan penipuan atas nama kasih sayang.



SEJARAH VALENTINE:


Sungguh merupakan hal yang ironis(menyedihkan/tidak sepatutnya terjadi) apabila telinga kita mendengar bahkan kita sendiri 'terjun' dalam perayaan Valentine tersebut tanpa mengetahui sejarah Valentine itu sendiri. Valentine sebenarnya adalah seorang martyr (dalam Islam disebut 'Syuhada') yang kerana kesalahan dan bersifat 'dermawan' maka dia diberi gelaran Saint atau Santo.


Pada tanggal 14 Februari 270 M, St. Valentine dibunuh karena pertentangannya (pertelingkahan) dengan penguasa Romawi pada waktu itu iaitu Raja Claudius II (268 - 270 M). Untuk mengagungkan dia (St. Valentine), yang dianggap sebagai simbol ketabahan, keberanian dan kepasrahan dalam menghadapi cubaan hidup, maka para pengikutnya memperingati kematian St. Valentine sebagai 'upacara keagamaan'.
 

Tetapi sejak abad 16 M, 'upacara keagamaan' tersebut mulai beransur-ansur hilang dan berubah menjadi 'perayaan bukan keagamaan'. Hari Valentine kemudian dihubungkan dengan pesta jamuan kasih sayang bangsa Romawi kuno yang disebut “Supercalis” yang jatuh pada tanggal 15 Februari.
 

Setelah orang-orang Romawi itu masuk agama Nasrani(Kristian), pesta 'supercalis'  kemudian dikaitkan dengan upacara kematian St. Valentine. Penerimaan upacara kematian St. Valentine sebagai 'hari kasih sayang' juga dikaitkan dengan kepercayaan orang Eropah bahwa waktu 'kasih sayang' itu mulai bersemi 'bagai burung jantan dan betina' pada tanggal 14 Februari.
 

Dalam bahasa Perancis Normandia, pada abad pertengahan terdapat kata “Galentine” yang bererti 'galant atau cinta'. Persamaan bunyi antara galentine dan valentine menyebabkan orang berfikir bahwa sebaiknya para pemuda dalam mencari pasangan hidupnya pada tanggal 14 Februari. Dengan berkembangnya zaman, seorang 'martyr' bernama St. Valentino mungkin akan terus bergeser jauh pengertiannya(jauh dari erti yang sebenarnya). Manusia pada zaman sekarang tidak lagi mengetahui dengan jelas asal usul hari Valentine. Di mana pada zaman sekarang ini orang mengenal Valentine lewat (melalui) greeting card, pesta persaudaraan, tukar kado(bertukar-tukar memberi hadiah) dan sebagainya tanpa ingin mengetahui latar belakang sejarahnya lebih dari 1700 tahun yang lalu.
 

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa moment(hal/saat/waktu) ini hanyalah tidak lebih bercorak kepercayaan atau animisme belaka yang berusaha merosak 'akidah' muslim dan muslimah sekaligus memperkenalkan gaya hidup barat  dengan kedok percintaan(bertopengkan percintaan), perjodohan dan kasih sayang.



PANDANGAN ISLAM 


Sebagai seorang muslim tanyakanlah pada diri kita sendiri, apakah kita akan mencontohi begitu saja sesuatu yang jelas bukan bersumber dari Islam ?
 

Mari kita renungkan firman Allah s.w.t.:
“ Dan janglah kamu megikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawabnya”. (Surah Al-Isra : 36)
 

Dalam Islam kata “tahu” berarti mampu mengindera(mengetahui) dengan seluruh panca indera yang dikuasai oleh hati. Pengetahuan yang sampai pada taraf mengangkat isi dan hakikat sebenarnya. Bukan hanya sekedar dapat melihat atau mendengar. Bukan pula sekadar tahu sejarah, tujuannya, apa, siapa, bila, bagaimana, dan di mana, akan tetapi lebih dari itu.
 

Oleh kerana itu Islam amat melarang kepercayaan yang membonceng(mendorong/mengikut) kepada suatu kepercayaan lain atau dalam Islam disebut Taqlid.


Hadis Rasulullah s.a.w:“ Barang siapa yang meniru atau mengikuti suatu kaum (agama) maka dia termasuk kaum (agama) itu”.

Firman Allah s.w.t. dalam Surah AL Imran (keluarga Imran) ayat 85 :“Barangsiapa yang mencari agama selain agama Islam, maka sekali-sekali tidaklah diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi”.



HAL-HAL YANG HARUS DIBERI PERHATIAN:-
Dalam masalah Valentine itu perlu difahami secara mendalam terutama dari kaca mata agama kerana kehidupan kita tidak dapat lari atau lepas dari agama (Islam) sebagai pandangan hidup. Berikut ini beberapa hal yang harus difahami di dalam  masalah 'Valentine Day'.
 

1. PRINSIP / DASAR
   Valentine Day adalah suatu perayaan yang berdasarkan kepada pesta jamuan 'supercalis' bangsa Romawi kuno di mana setelah mereka masuk Agama  Nasrani (kristian), maka berubah menjadi 'acara keagamaan' yang dikaitkan dengan kematian St. Valentine.
 

2. SUMBER ASASI
   Valentine jelas-jelas bukan bersumber dari Islam, melainkan bersumber dari rekaan fikiran manusia yang diteruskan oleh pihak gereja. Oleh kerana itu lah , berpegang kepada akal rasional manusia semata-mata, tetapi jika tidak berdasarkan kepada Islam(Allah), maka ia akan tertolak.

Firman Allah swt dalam Surah Al Baqarah ayat 120 :“Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.
Katakanlah : “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemahuan  mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”.
 

3. TUJUAN
   Tujuan mencipta dan mengungkapkan rasa kasih sayang di persada bumi adalah baik. Tetapi bukan seminit untuk sehari dan sehari untuk setahun. Dan bukan pula bererti kita harus berkiblat kepada Valentine seolah-olah meninggikan ajaran lain di atas Islam. Islam diutuskan kepada umatnya dengan memerintahkan umatnya untuk berkasih sayang dan menjalinkan persaudaraan      yang abadi di bawah naungan Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang. Bahkan Rasulullah s.a.w. bersabda :“Tidak beriman salah seorang di antara kamu sehingga ia cinta kepada saudaranya seperti cintanya kepada diri sendiri”.
 

4. OPERASIONAL
Pada umumnya acara Valentine Day diadakan dalam bentuk pesta pora dan huru-hara.
Perhatikanlah firman Allah s.w.t.:“Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudara-saudara syaithon dan    syaithon itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya”. (Surah Al Isra : 27)

Surah Al-Anfal ayat 63 yang berbunyi : “…walaupun kamu membelanjakan    semua (kekayaan) yang berada di bumi, niscaya kamu tidak dapat    mempersatukan hati mereka, akan tetapi Allah telah mempersatukan hati    mereka. Sesungguhnya Dia (Allah) Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”.
 

Sudah jelas ! Apapun alasannya, kita tidak dapat menerima kebudayaan import dari luar yang nyata-nyata bertentangan dengan keyakinan (akidah) kita. Janganlah kita mengotori akidah kita dengan dalih toleransi dan setia kawan. Kerana kalau dikata toleransi, Islamlah yang paling toleransi di dunia.
 

Sudah berapa jauhkah kita mengayunkan langkah mengelu-elukan(memuja-muja) Valentine Day ? Sudah semestinya kita menyedari sejak dini(saat ini), agar jangan sampai terperosok lebih jauh lagi. Tidak perlu kita irihati dan cemburu dengan upacara dan bentuk kasih sayang agama lain. Bukankah Allah itu Ar Rahman dan Ar Rohim.  Bukan hanya sehari untuk setahun. Dan bukan pula dibungkus dengan hawa nafsu. Tetapi yang jelas kasih sayang di dalam Islam lebih luas dari semua itu. Bahkan Islam itu merupakan 'alternatif' terakhir setelah manusia gagal dengan sistem-sistem lain.
 

Lihatlah kebangkitan Islam!!! Lihatlah kerosakan-kerosakan yang ditampilkan oleh peradaban Barat baik dalam media massa, televisyen dan sebagainya. Kerana sebenarnya Barat hanya mengenali perkara atau urusan yang bersifat materi. Hati mereka kosong dan mereka bagaikan 'robot' yang bernyawa.
 

MARI ISTIQOMAH (BERPEGANG TEGUH)
Perhatikanlah Firman Allah :
“…dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu, sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk golongan orang-orang yang zalim”.

 

Semoga Allah memberikan kepada kita hidayahNya dan ketetapan hati untuk dapat istiqomah dengan Islam sehingga hati kita menerima kebenaran serta menjalankan ajarannya.
Tujuan dari semua itu adalah agar diri kita selalu taat sehingga dengan izin Allah s.w.t. kita dapat berjumpa dengan para Nabi baik Nabi Adam sampai Nabi Muhammad s.a.w.


Firman Allah s.w.t.:
“Barangsiapa yang taat kepada Allah dan RasulNya maka dia akan bersama orang-orang yang diberi nikmat dari golongan Nabi-Nabi, para shiddiq (benar imannya), syuhada, sholihin (orang-orang sholih), mereka itulah sebaik-baik teman”.
 

Berkata Peguam Zulkifli Nordin (peguam di Malaysia) di dalam kaset 'MURTAD' yang mafhumnya :-

"VALENTINE" adalah nama seorang paderi. Namanya Pedro St. Valentino. 14 Februari 1492 adalah hari kejatuhan Kerajaan Islam Sepanyol. Paderi ini umumkan atau isytiharkan hari tersebut sebagai hari 'kasih sayang' kerana pada nya Islam adalah ZALIM!!!  Tumbangnya Kerajaan Islam Sepanyol dirayakan sebagai Hari Valentine. Semoga Anda Semua Ambil Pengajaran!!! Jadi.. mengapa kita ingin menyambut Hari Valentine ini kerana hari itu adalah hari jatuhnya kerajaan Islam kita di Sepanyol..
 

Tuesday, February 8, 2011

Maher Zain - InsyaAllah (Malay Version)






Andainya kau rasa tak berupaya
Hidup sendirian tiada pembela
Segalanya suram
Bagai malam yang kelam
Tiada bantuan tiada tujuan
Janganlah berputus asa
Kerana Allah bersamamu

Chorus
Insya Allah Insya Allah Insya Allah
Ada jalannya
Insya Allah Insya Allah Insya Allah
Ada jalannya

Andainya dosamu berulang lagi
Bagai tiada ruang untuk kembali
Dikau keliru atas kesilapan lalu
Membelenggu hati dan fikiranmu
Janganlah berputus asa
Kerana Allah bersamamu

Repeat Chorus

Kembalilah
Kepada Yang Esa
Yakin padaNya
Panjatkanlah doa
Oh Ya Allah
Pimpinlah daku dari tersasar
Tunjukkan daku ke jalan yang benar
Jalan yang benar
Jalan yang benar
Jalan yang benar

Repeat Chorus



Download Maher Zain - InsyaAllah Malay Version Here : 


Monday, January 24, 2011

KOMIK DAKWAH : BARANG YANG HILANG



www.usahataqwa.com

KOMIK DAKWAH : JIWA YANG MATI



www.usahataqwa.com

KOMIK DAKWAH : TUHAN MAHA MENGETAHUI



www.usahataqwa.com

KOMIK DAKWAH : AKIBAT KEDEKUT

Kategori Umat Islam



Al Quran dan Hadis banyak menyebut tentang orang-orang Islam yang zalim, fasik, soleh dan bertaqwa. Kalau kita teliti betul-betul, kita akan dapati bahawa orang-orang yang dimaksudkan itu boleh dibahagi-bahagikan ke dalam beberapa kategori. Kalau kita kaji orang-orang yang dalam berbagai kategori ini, mungkin kita akan dapat faham kedudukan orang bertaqwa berbanding dengan orang-orang di kategori-kategori yang lain. Kita pun dapat mengukur di tahap mana diri kita, sama ada kita sudah selamat atau belum. Kategori-kategori tersebut ialah:
1.           Orang yang abai
2.           Orang yang cuai
3.           Orang yang lalai
4.           Orang yang bertaqwa
ORANG YANG ABAI
Ertinya orang yang mengabaikan Tuhan dan syariat Tuhan. Dia itu Islam mungkin kerana datuk neneknya Islam dan emak ayahnya Islam. Maka secara automatik, dia pun Islam. Namun dia tidak fikir tentang Tuhan dan tidak fikir tentang syariat Tuhan. Dia tidak fikir tentang ibadah dan dia tidak fikir tentang halal dan haram. Tuhan ada atau tidak, tidak penting baginya. Tuhan ada atau tidak ada, sama sahaja baginya. Begitulah rasa hati orang yang mengabaikan Tuhan.
Dia hidup mengikut gaya dan corak yang disukainya. Tidak mengikut syariat yang ditetapkan oleh Islam. Lebih tepat lagi, dia mengikut hawa nafsunya. Kalau kita tanya apa agamanya, dia kata dia Islam. Tetapi Islam itu tidak nampak pada dirinya, peribadi dan tingkah lakunya. Islamnya hanya berdasarkan keturunan dan warisan.
ORANG YANG CUAI
Ini baik sedikit dari orang yang abai. Orang cuai ini, dia rasa bertuhan tetapi di waktu-waktu yang tertentu sahaja terutama di waktu dia susah, di waktu dia sakit dan di waktu dia diuji. Di waktu-waktu itu dia mengeluh, “Wahai Tuhan!!” Waktu senang, dia langsung tidak ingat Tuhan.
Ibadahnya mengikut keadaan. Apabila dia tidak sibuk dia beribadah ala kadar. Apabila dia sibuk atau dia tidak ada mood, dia tidak sembahyang dan tidak puasa. Begitu juga dengan perkara halal haram. Ada masa dan dalam sesetengah hal, dia tidak buat yang haram. Pada masa dan dalam sesetengah hal yang lain pula, dia selamba sahaja buat yang haram. Dengan kata-kata yang lain, orang yang cuai ini, dia buat sedikit tetapi banyak yang dia tidak buat. Sebahagian kecil dia buat, sebahagian besar dia tinggalkan. Atau dia buat suruhan agama bermusim-musim. Dia tidak rasa menyesal dan tidak rasa bersalah atau berdosa di atas semua itu.
ORANG YANG LALAI
Orang ini, soal lahiriahnya termasuk ibadahnya sangat baik dan tidak boleh dipertikaikan. Semuanya selesai, semuanya beres. Kalau dipandang secara lahir, orang akan kata dia orang agama, orang baik, ahli ibadah. Segala rukun Islam dibuatnya, ditambah pula dengan yang sunat-sunat. Dia buat umrah, baca Quran, wirid dan zikir. Tasbih sentiasa di tangan. Orang ramai sekampung memujinya. Mereka kata, “Baik orang itu.”
Amalan agamanya yang lahir beres. Syariat lahirnya selesai. Yang tidak selesai dan yang tidak beres ialah hatinya. Semakin banyak beribadah, dia semakin tamak, semakin bakhil, semakin hilang rasa takut dengan Tuhan, semakin tidak ada rasa hamba dan dia rasa selamat dengan ibadahnya yang banyak itu. Dia tertipu dengan sembahyang dan ibadah-ibadahnya yang lain. Orang melihat dia seperti beragama tetapi hakikatnya dia adalah orang yang lalai. Manusia kata dia baik tetapi Tuhan kata dia tidak baik sebab hatinya tidak takut dan tidak cinta dengan Tuhan. Dia masih megah, angkuh, cinta dunia dan gila puji walaupun sembahyangnya banyak, puasanya banyak, baca Quran, wirid dan zikirnya banyak. Tuhan kata dia orang yang lalai. Walaupun dia tidak lalai dengan ibadah lahiriah tetapi hatinya lalai dengan Tuhan.
Hakikat ini membuatkan kita cemas. Orang yang dianggap beragama pun tidak selamat kerana faktor lalai. Dan lalai itu bukan perkara lahir tetapi perkara hati. Tidak takut Tuhan, tidak takut dengan dosa, itu termasuk lalai walaupun sembahyang banyak, puasa banyak, wirid, zikir dan baca Quran banyak.
ORANG YANG BERTAQWA
Orang yang bertaqwa pula dia sempat buat ibadah yang wajib sahaja. Ibadah-ibadah sunat kurang. Itupun ibadah sunat yang dibuat hanya yang besar-besar sahaja. Yang kecil-kecil tidak dibuat. Kalau dibandingkan ibadahnya dengan ibadah orang yang lalai atau ahli abid, sangat jauh bezanya. Banyak kurangnya. Tetapi dia takut dan cinta dengan Tuhan. Rasa bertuhannya tebal. Hatinya sentiasa rasa tidak selesai dengan Tuhan. Dia tidak rasa dirinya baik malahan dia rasa dirinya orang yang paling jahat, hina dan tidak berguna. Inilah orang yang bertaqwa.
Walaupun dia buat ibadah yang wajib sahaja dan yang sunat kurang, namun dengan Tuhan hatinya sentiasa bergelombang dan bergelora macam air laut yang tidak pernah tenang. Dia kurang buat ibadah-ibadah sunat yang kecil-kecil sebab terlalu sibuk, terlalu letih dan tidak ada masa kerana terlalu banyak membantu dan menolong manusia serta membuat kerja-kerja masyarakat. Masanya banyak dimanfaatkan untuk orang ramai. Ibadah hablumminallahnya kurang tetapi yang hablumminannasnya banyak. Ibadah ini lebih besar pahalanya dari ibadahibadah sunat. Rasulullah SAW ada bersabda: Maksudnya: “Sebaik-baik manusia ialah yang paling banyak memberi manfaat kepada manusia lain.”
Memberi manfaat kepada manusia lain dengan tenaga, ilmu, minda, kuasa, wang ringgit dan lain-lain itu adalah lebih besar. Buktinya orang yang banyak ibadah pun tidak sanggup hendak berbakti, berkhidmat atau berkorban apa yang ada padanya untuk manfaat orang lain. Orang bertaqwa tidak membuat dosa. Kalau dia sedar dia terbuat dosa, sehari suntuk jiwanya akan terseksa. Dia rasa menyesal, menderita dan dukacita. Dia akan buat ibadahibadah tambahan yang lain untuk menutup dan menebus dosanya itu.
Begitulah kategori orang-orang Islam berdasarkan apa yang disebut dalam Quran dan Hadis sebagai zalim, fasik, soleh dan bertaqwa. Mengikut kategori-kategori ini, barulah kita tahu dan sedar tentang letak duduk orang bertaqwa berbanding orang yang abai, cuai dan lalai. Umat Islam sekarang ini hina-dina di mana-mana, tidak dibantu, tidak dilindung dan tidak dibela oleh Tuhan kerana orang Islam yang bertaqwa terlalu sedikit jumlahnya. Ia masih kumpulan minoriti. Yang terbanyak ialah orang Islam yang abai, diikuti orang Islam yang cuai dan lalai. Tuhan tidak membantu dan tidak membela orang Islam yang abai, cuai dan lalai ini. Tuhan hanya akan membantu orang Islam yang bertaqwa sahaja. Di Akhirat nanti, hanya orang yang bertaqwa sahaja yang akan selamat.
www.usahataqwa.com

LinkWithin

Related Posts with Thumbnails